Hujan dan awan
Membasuh matahari tanpa sedan
Menyirnakan kepulangan
Menyudahi pelangi, menjadikannya monokrom
Aku pulang
Beralas logika penuh sesal
Dalam gelap
Dan di penuhi kunang-kunang
Kaki ku lelah
Jiwaku tersungkur ke tanah
Membawa lara yang sumringah
Tanpa mau pindah singgah
Mengapa ?
Mengapa kau janjikan putih
Beranggap dirimu sepi
Mengajarkanku untuk menghargai
Sementara akhir yang ku dapat hanya monokrom
Riuh kecewa menghuni isi kepala
Lalu pada nyatanya
Aku hanya menjadi juara kedua
Aku pamit
Tanpa pernah kembali mengharapkan
Janji hilang
Dan terima semua kekalahan
Sementara itu semesta berpesta
Merayakan kepulanganku teramat bahagia
Kelak, manusia itu akan mengerti
Tentang, mengapa aku memilih pergi
Langkaplancar 03/07/2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar