Rabu, 27 Juli 2022

Juara kedua

Hujan dan awan

Membasuh matahari tanpa sedan

Menyirnakan kepulangan

Menyudahi pelangi, menjadikannya monokrom


Aku pulang

Beralas logika penuh sesal

Dalam gelap

Dan di penuhi kunang-kunang


Kaki ku lelah

Jiwaku tersungkur ke tanah

Membawa lara yang sumringah

Tanpa mau pindah singgah



Mengapa ?

Mengapa kau janjikan putih

Beranggap dirimu sepi

Mengajarkanku untuk menghargai


Sementara akhir yang ku dapat hanya monokrom

Riuh kecewa menghuni isi kepala

Lalu pada nyatanya

Aku hanya menjadi juara kedua


Aku pamit

Tanpa pernah kembali mengharapkan

Janji hilang

Dan terima semua kekalahan


Sementara itu semesta berpesta

Merayakan kepulanganku teramat bahagia

Kelak, manusia itu akan mengerti

Tentang, mengapa aku memilih pergi


Langkaplancar 03/07/2022




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AZKA DAN KARTUN KESAYANGANNYA

Mentari mengeringkan embun yang tinggal disetiap daun.   Sinarnya, perlahan membukakan mata sipit Azka; anak lelaki berusia 5 tahun yang sud...